![]() |
| Covid-19 |
Dikutip dari aladokter.com
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona, bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Virus ini di temukan pertama kali di wuhan, China pada akhir tahun 2019,dan dengan cepat menyebar ke hampir seluruh negara termasuk Indonesia dalam beberapa bulan berikutnya.
Pada saat tulisan ini di buat, di Indonesia sudah terdapat 16.006 kasus positif, 3.518 sembuh, dan 1.043 meninggal. Angka tersebut bisa saja berubah, baik naik ataupun turun, mengingat, aktivitas sosial dan imunitas tubuh setiap orang adalah faktor yang sangat mempengaruhi penyebaran virus ini.
Pandemi ini sangat mempengaruhi banyak sektor,mulai pemerintahan, ekonomi, sosial,psikologis, maupun spiritual.
Misal saja secara sosial, adanya virus ini berdampak pada aktivitas sehari-hari , mulai lingkup global, hingga lingkup lingkungan masyarakat. Hampir Semua negara membatasi, bahkan menutup semua lalu lintas transportasi antar negara, termasuk Indonesia dan Arab saudi.
Hampir semua negara termasuk Indonesia memberlakukan kebijakan lockdown, yang artinya membatasi aktivitas sehari-hari seluruh penduduknya sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus ini.
Bahkan sebagai umat islam, hal tersebut juga berdampak pada aktivitas ibadah kita di masjid, ada beberapa bagian Daerah di Indonesia yang mengambil kebijakan menutup/membatasi aktivitas masjid, terutama di bulan suci ramadhan ini. Karena, masjid juga potensial menjadi tempat penyebaran virus ini.
Apapun yang terjadi, marilah kita senantiasa dan senantiasa selalu mengingat Allah, selalu bersyukur, memohon rohmat dan hidayah dariNya. Karena, tiada hal sekecil apapun yang datang bukan dari Nya. Serta tiada hal sekecil apapun yang diciptakanNya melainkan ada hikmah di baliknya.
Ditengah hingar bingar pandemi ini, Mari kita tata hati, dan jernihkan fikiran,coba sedikit kita gali, pasti ada sesuatu di balik semua ini. Kita di bekali akal tiada lain adalah untuk memahami kebesaranNya. Sebagaimana Firman Nya:
إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 190)
Jika kita berfikir, sangat banyak hikmah yang dapat kita ambil dari pandemi ini, misal saja di keseharian, kita jadi lebih tahu mengenai pentingnya berikhtiar menjaga kesehatan, tentu supaya kita meminimalisir potensi terjangkit penyakit, misal saja menjaga kebersihan,bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati!.
Hikmah lain yang dapat kita ambil adalah dari dunia sains, ada kabar bahwa lapisan ozon bumi kita sedang membaik, ini adalah karena adanya kebijakan lockdown yang mengurangi aktifitas manusia, sehingga tingkat polusi menjadi rendah, hal tersebut di buktikan oleh Nasa dalam sebuah unggahan fotonya, di situ terlihat tingkat polusi di china yang kian berkurang sejak 10 Februari 2020. Seolah, Allah sedang memberikan waktu sejenak kepada bumi untuk memulihkan diri dari dampak-dampak pencemaran yang kita lakukan bertahun tahun
![]() |
| Kondisi china di lihat dari satelit NASA |
Di sisi lain, secara spiritual, hal ini juga menambah iman kita kepada Allah S.W.T, meyakini bahwa semua ini adalah supaya bertambah semangat kita dalam beribadah kepadanNya.
Allah berfirman :
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).
Di tengah-tengah pandemi seperti ini, ikhtiar, sabar dan tawadhu' adalah kunci utama,ikhtiar dengan cara menjaga pola hidup, pola fikir, dan pola makan.
sabar, sejenak kita bertirakat mengurangi aktivitasi-aktivitas padat kita yang biasanya kita jalani sehari-hari.
lalu jangan lupa kita merendahkan diri di hadapanNya, bahwa kita tidak bisa apa-apa, melainkan atas rohmat dan pertolonganNya.
Serta janganlah kita berputus asa dalam menghadapi Pandemi ini, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)
Yakinlah bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya, begitu pula penyakit, pasti ada pula obatnya, sebagaimana dikutip dari hadist ini:
كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ
“Aku pernah berada di samping Rasulullah, Lalu datanglah serombongan Arab Badui. Mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?' Beliau menjawab, 'Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab, Allah tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.' Mereka bertanya, 'Penyakit apa itu?' Beliau menjawab, 'Penyakit tua.'" (HR Ahmad).
Jika sekiranya ada di sekitar kita yang terjangkit virus ini, Jangan saling menyalahkan,dan jangan saling menjatuhkan,justru itu dapat memperburuk keadaan, semua ini adalah ujian, berikan support terhadap mereka, supaya mereka termotivasi untuk berjuang sembuh, dan tidak berputus asa.
![]() |
| Langkah kecil sebagai bentuk ikhtiar untuk mengurangi potensi penularan |
Pembaca yang di rahmati Allah, kita semua berharap pandemi ini segera berlalu, marilah kita hadapi Pandemi ini dengan bijak dan optimis, lakukan apa yang di sarankan oleh ahli kesehatan, patuhi apa yang di tetapkan oleh pemerintah,
Dan saling menjaga satu sama lain. Insyaalloh, dengan ikhtiar yang kuat, dan keyakinan yang mantap, kita akan dapat melewati pandemi ini dengan selamat.
"DARIPADA TERUS MENERUS MENGUTUK KEGELAPAN,LEBIH BAIK MULAILAH NYALAKAN LILIN,PERLAHAN KEGELAPAN ITU AKAN HILANG DENGAN SENDIRINYA "
Dengan segala kekurangan, penulis mohon maaf apabila ada kesalahan baik itu penulisan ataupun kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semoga semua umat berbahagia


